Minggu, 08 Maret 2015

jika luka itu kamu

Jika kamu luka maka aku perihmu.....

Kadang aku terdiam lama, berpikir dengan segala nalar dan logika. Mengapa aku yang harus menjadi perih dan sakit dari luka. Ya, dari kamu!

Lalu kusimpulkan bahwa aku bodoh! Sudah tau itu luka masih saja terus dinikmati. Kenapa saat menikmati, semua yang bernama nalar, logika, otak kiri menyingkir? Membiarkanku bermain tanpa kendali dan datang menawarkan diri menjadi perih untuk luka. 

Jika kamu luka, harusnya aku menjauhimu bukan menjadi perihmu.
atau seharusnya kamu bukan menjadi luka dan memberiku rasa nyaman dan aman saat aku bersamamu. 

Tapi ternyata kamu memilih untuk jadi luka, dan aku tak kuasa untuk membiarkan diriku menjadi perih itu sendiri. 

Aku hanya punya setengah sekarang karena setengahnya lagi sudah lebur bersama perih itu. Jangan pergi! Atau aku benar-benar akan hilang tanpa sisa bersama perih darimu.

2 komentar:

  1. Mungkin luka sudah menjadi candumu makanya kau terus menikmatinya.

    BalasHapus
  2. Kalau seorang Karl Marx bilang agama adalah candu dan pelarian untuk orang-orang yang lemah.
    Lalu apakah luka itu candu karena menjadi orang yang lemah?

    BalasHapus