Berjuang dengan Penat
Lagi-lagi berjumpa dengan lembar putih ini, entah sebenarnya apa yang mau ditulis. Rasanya emang selalu lebih mudah menulis di sini dibandingkan bertatap muka dengan orang lain dan menyuarakan keresahanku.
Mungkin sebagian orang lebih mudah bercerita dan berbicara dengan banyak orang untuk berbagi isi pikirannya, tapi buatku itu justru hal sulit untuk dilakukan. Aku lebih suka menyimak, mendengarkan dan setelah itu berkomentar bahwa betapa bodohnya orang itu.Ya, itu aku! Mungkin orang yang sering berbagi ceritanya denganku akan langsung mengangguk atau bahkan bersorak menyatakan SETUJU! atas ke sok tauan yang satu itu. Satu hal yang sebenarnya aku mau tahu, apa mereka pernah berpikir bahwa aku mudah sekali bekomentar tanpa tau pasti bisa tidak melakukannya. Biar ku buka di sini seandainya mereka membaca, aku hanya ingin menguatkan memberi motivasi dan memberi keyakinan bahwa mereka mampu melampauiku untuk lebih banyak berbuat.
Ahh, sebenarnya bukan itu yang ingin aku tulis dan katakan pada lembar putih ini. Malam ini rasanya penat sekali kepalaku banyak urusan yang belum terselesaikan dan banyak pikiran-pikiran yang sekedar ingin mengganngu di sela-sela rutinitasku. Hari ini rasanya pusing sekali, terlalu berkutat dengan penat yang sebenarnya tidak tau apa yang dipikirkan. Aneh kan, aku berpikir keras tapi tidak tau apa yang aku pikirkan. Rasa-rasanya ingin bertatap muka dengan seseorang dan kubagi pikiranku ini, tapi lagi-lagi itu hal tersulit yang harus kulakukan.
Rasanya juga aneh, terbawa suasana melankolis dari cerita yang baru saja kubaca dari sebuah buku. Apa aku hanya sekedar terbawa suasanaa yang sesat saja? Sampai harus sibuk menimbang apa yang sedang kupikirkan. Yah, lagi-lagi tidak ada cerita yang tertuang dengan jelas dari uraian kata-kata ini.
Mari semangati diri berjuang dengan penat dan melawan kebingungan yang hinggap malam ini. Apakah aku mampu setelah menulis tidak jelas di sini? Mari dicoba :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar