tidak berdaya guna
Kadang buat mengerti sesuatu otak kita nggak mudah mencerna. Apalagi yang berasal dari dua persepsi yang berbeda dengan cara pandang yang berbeda. Ya, bagai venus dengan bumi memiliki iklim yang berbeda, orbit yang berbeda dan periode waktu yang berbeda. Rasanya susah buat ngerti sesuatu yang dipikir A ternyata malah B. Sibuk buat menduga-duga tapi enggan buat bertanya.
Pada akhirnya meninggalkan cerita yang berujung pada rasa sesal. Sibuk dengan pertanyaan kenapa? dan sibuk dengan kata seandainya. Mungkin sulit untuk mengerti dari tiap kata yang tertuang di sini, karena untuk menuliskannya saja sudah sulit. Terbatasi oleh satu sisi yang menolak jangan segamblang itu berbicara. Kamu itu tidak bodoh. Lalu mengapa mau dibodohi? Ahh lagi-lagi mengisakan pertanyaan Mengapa.
Bertele-tele sebenarnya karena jari ini tidak sinkron dengan otak dan hati yang bekerja. Sibuk menerka apa harus bercerita pada lembar kertas putih kosong sementara memilki kawan yang dapat menjawab setiap keluhan. Entah rasanya tidak pernah nyaman terutama harus membicarakan bagimana bagian satu sisi otakku yang tidak mampu mencerna makna dari sang pemberi pesan. Aku terlalu bodoh untuk mengerti makna A adalah A, bukan A menjadi B seperti yang kumau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar